Rabu, 30 Mei 2012

Curriculum Vitae


Muhamad Mukhibin.
 

Jl. Raya Narogong Km 12.5
Cikiwul, Bt Gebang, Bekasi– Jawa Barat
Phone : +6285883344054
Email: muhamadmukhibin@yahoo.com

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Data Pribadi
Nama :      Muhamad Mukhibin
  Jenis Kelamin :      Laki-laki
 Tempat Tanggal Lahir :     Magelang, 13 Desember 1989
        Agama :     Islam
 Status :     Belum Menikah
   Kewarganegaraan :     Indonesia
                        Alamat Lengkap   :     Jl. Raya Narogong Km 12.5
Cikiwul, Bt Gebang, Bekasi– Jawa Barat
Phone : +6285883344054
Email: muhamadmukhibin@yahoo.com
Riwayat Pendidikan
Universitas :  
(2009-.......)    Jurusan Teknologi Pangan
Fakultas Teknologi Industri Pertanian 
Universitas Sahid Jakarta
   SMU :   
(2004-2008)       SMK N 1 (STM PEMBANGUNAN) Temanggung
Jurusan Tekhnologi Hasil Pertanian Pangan
   SLTP :    
(2001-2004)    SLTP N 1 Grabag, Magelang
Sekolah Dasar (SD) : 
(1995-2001)    Banyusari, Grabag, Magelang



 

Pengalaman Kerja

Pengalaman Kerja :
   (2008-Sekarang)    R&D Formulator di PT. Saritama Food Processing
 

Keterampilan Dan Keahlian
Bahasa          : Indonesia (Sangat Baik), Inggris (Baik/Pasif)
Komputer      : Ms Office dan Internet


Senin, 30 April 2012

Dialog Uang Dalam Kotak Amal

hai para sahabat yang berbahagia,, apa kabar,,, udah lama blog ini gak ada postingan,, hari ini akan ada 1 postingan yang baru ni,,, tentang amal sholeh,, ehmmm ternyata uang dalam kotak amal pun bisa berkomunikasi lho,,,, beginilah kira-kira mereka becakap-cakap


Asyik… Asyik… aku masuk ke dalam kotak amal.” Goci (lima ribu) berteriak senang. Ia pun langsung berbaur dengan uang-uang lainnya, ada si Sebi (seribu), si Gopi (lima ratus), si Sepu (Sepuluh ribu), si Dopu (dua puluh ribu), si Limbu (lima puluh ribu) dan si Sertu (seratus ribu).
“Hai kawan-kawan, Senangnya bertemu dengan kalian di sini. Semoga kita bisa menjadi saksi dari orang-orang yang menaruh kita ke dalam kotak amal ini.” Goci menyapa semua uang di dalam kotak amal bening itu. Semua uang tersenyum menyambut kedatangan si Goci. Kotak amal bening yang berada di Masjid Akbar, senantiasa menjadi pemandangan umum para jamaah yang hilir mudik hendak melaksanakan shalat. Keberadaannya di depan pintu masjid sangat strategis, tidak jarang orang-orang dengan senangnya “menitipkan” uangnya ke dalam kotak amal. Tapi ada juga yang enggan atau pura-pura tidak melihat bahwa di depannya ada kotak amal.
Dan hari ini adalah hari bersejarah bagi Goci. Bukan karena nilainya yang termasuk besar yang ada di dalam kotak amal. Tapi karena si pemilik Goci sebelumnya yang ia tahu bukanlah orang yang tergolong mampu. Hanya si bapak tukang sapu jalanan. Goci sempat melirik wajah bapak itu sebelum memasukkan Goci ke dalam kotak amal. Tersirat keikhlasan dalam wajah lugunya. Goci sempat mendengar gumaman bapak itu, “Ya Allah, terimalah sedekahku untuk rumah-Mu, semoga uang ini bisa bermanfaat.” Sebelum berada di kotak amal dan milik si bapak tukang sapu jalanan, Goci adalah milik orang kaya yang memberikan Goci pada bapak tukang sapu jalanan.
Sebagai imbalan karena telah membantu menyapu halaman rumahnya, alasan orang kaya itu memberi. Dan kejadian itu belum berlangsung lama. Hanya sekitar dua puluh menit sebelum Goci di masukkan ke dalam kotak amal, beberapa saat sebelum azan Ashar berkumandang. Tapi bapak tukang sapu jalanan itu merasa bahwa uang yang di dapat hari ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya bersama istri dan keempat anaknya yang masih kecil, maka Goci pun langsung berpindah ke kotak amal. Goci amat terharu. Ia bisa menjadi tabungan kebaikan bagi bapak tukang sapu jalanan. Nilai yang biasanya hanya di berikan dari kantong orang-orang kaya. Tapi kali ini bukan orang kaya yang memasukkan Goci ke kotak amal, hanya orang biasa. Yang mungkin karena ketulusannya bisa menjadi istimewa di hadapan Allah. Goci ingat. Ketika pemiliknya masih orang kaya, ia berada di dompet pemiliknya dalam waktu lama. Justru yang sering keluar dari dompet adalah si Limbu dan si Sertu. Itupun yang Goci tahu, kawannya itu meninggalkan dompet pemiliknya tatkala Goci dan kawan-kawan berada di pusat perbelanjaan mewah. Pernah suatu kali, pemiliknya itu pergi ke Masjid Akbar. Saat itu, ia hendak melaksanakan shalat Zhuhur sehabis makan siang. Seusai shalat ia melirik ada kotak amal bening. Sempat berfikir lama, akhirnya ia merogoh kantong dan menemukan si Sebi. Dan masuklah si Sebi ke kotak amal itu sebagai penghuni. Meski Goci dan Sebi pernah di miliki oleh orang yang sama sebelumnya, tapi mereka belum pernah berjumpa. Mereka sadar bahwa mereka pernah di miliki oleh orang yang sama justru ketika mereka berjumpa dalam kotak amal, saat mereka berbagi cerita.
“Mungkin karena aku hanya berada di kantong celana sedangkan kau di dompet, jadinya kita tidak pernah bertemu.” Sebi memberikan penjelasan kepada Goci.
“Alhamdulillah kita bertemu di sini ya Sebi. Padahal aku berharap yang memasukkanku ke dalam kotak amal adalah orang kaya itu.” Goci pun menerawang.
“Tidak apa Goci, justru kamu akan menjadi lebih bernilai nanti di akhirat. Karena jumlahmu yang termasuk besar bagi bapak tukang sapu jalanan, tapi tidak menghalanginya untuk memberi yang terbaik untuk agamanya….” Si Limbu dengan bijak menghibur Goci.
“… Karena setahuku, jika yang memberikanmu adalah orang kaya itu akan berbeda nilai dalam pandangan Allah.” Limbu menambahkan.
“Loh, emang kenapa? Bukankah Allah hanya melihat keikhlasan hambaNya dalam memberi?” Tanya Gopi penasaran.
“Memang benar, keikhlasan adalah yang utama. Tapi di samping itu bagi orang kaya, Goci mungkin tidak seberapa berharga dan orang kaya itu pasti punya banyak uang senilai Goci bahkan yang nilainya jauh lebih besar. Tapi bagi yang tidak mampu, mungkin Goci bisa jarang ia temui. Atau bahkan jika punya pun pasti sangat berharga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.” Ujar Limbu.
“…. Makanya Allah menilai usaha orang yang tidak mampu, lebih besar ketika beramal dengan jumlah yang sama dengan apa yang di berikan oleh orang kaya. Karena alasan tersebut.” Sertu menambahkan penjelasan dari Limbu
“Benar… benar… benar.” Dopi dan Gopi tersenyum.
“Iya kawan-kawan. Mungkin jumlahku termasuk kecil bagi orang kaya, tapi ternyata tidak semua orang kaya mau memasukkanku ke dalam sini.” Goci terlihat senang.
“Siapapun yang memasukkan kita ke dalam kotak amal ini, semoga hanya dilandasi keikhlasan karena Allah, bukan karena ingin di lihat atau terpaksa.” Kata Sebi.
“Aamiin.” Uang itu serempak berucap.
Dan di sore nan sejuk itu, angin mengiringi langkah si bapak tukang sapu jalanan menyisir setiap jalan di ibu kota dan membersihkannya dari sampah-sampah. Dan uang-uang di kotak amal itu melantunkan doa terbaiknya untuk si bapak. “Secara fisik bapak itu terlihat miskin, namun hatinya sangat kaya. Ia adalah orang kaya sesungguhnya.” Goci berucap lirih. Rasulullah saw bersabda, “Satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham. Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham?” Beliau menjawab, “Ada seseorang yang memiliki dua dirham, lalu mengambil salah satu darinya dan menyedekahkannya. Yang lain, memiliki banyak harta, lalu mengambil darinya seratus ribu dirham saja.” (HR. Ahmad)

Hayoooo.....
Siapa yang sudah menjadi orang kaya yang sesungguhnya.....?


Rabu, 28 Maret 2012

Alamat Abu Abu


Sebuah perjalanan antara 2 orang yang sangat melelahkan dan penuh makna. Bermula dari rencana untuk menghabiskan liburan bersama-sama. Perjalanan antara beben dan ohm rud. Hari jum@t sore kami mulai melakukan perjalanan. Saat itu mereka janjian ketemu di rawa panjang. Jam 8 malam mereka ketemu dan langsung menuju Benhil. Mereka  naik mayasari AC05 jurusan blok M bekasi. Dalam pejalanan mereka asyik bercanda tawa tanpa memedulikan orang disekitar.
Setelah menempuh perjalanan kira2 1 jam mereka sampai di komdak. Mereka langsung turun dan nyebrang menuju benhil. Mereka jalan kaki sampai pasar, kemudian naik bajaj. Mereka menuju rumah Hari (tetangga yang ada di Jakarta). Sesampainya disana asyik ngobrol, dan tanpa disadari rasa lapar pun mengganggu. Saat itu mereka berdua keluar untuk mencari makan. Muter-muter lama akhirnya sampailah pada warung makan pecel lele. Mereka berdua pun makan dengan lahapnya. Begitu kenyang mereka langsung pulang ke rumah Hari.
Sabtu pagi kembali menyusun rencana perjalanan. Agenda hari itu adalah ngurus cuti kuliah beben, mencari alamat bengkel, dan kemudian pulang. Yang pertama diambil ke kampus dulu. Khawatir kalau siang siang dah tutup kampus. Panas metahari mengiringi langkah menuju kampus. Jam 11 siang udah sampai kampus. Lansung masuk ke area kampus. Suasana sepi karena semua mahasiswa lagi asyik belajar. Pertama mencari dosen pembimbing akademik, Bu Santy namanya. Beliau sedang mengajar pelajaran ilmu gizi. Beben sms ke Bu Shanty, dan tak lama kemudian beliau muncul dari ruang kelas. Setelah bicara sebentar akhirnya diungkapkan niat yang sebenarnya. Cuti akademik pun dah mendapat persetujuan. Lansung menuju ruang urusan pembayaran. Apa hendak dikata ternyata urusan cuti dah telat. Dan kata yang jaga bisa dianggap dicutikan. Gak beda jauh dengan cuti seperti biasanya, hanya saja pembayaran kena charg 100rb (lumayan gedhe). Walupun udah banyak nego tetap aja gak ada hasil. Nyerah juga akhirnya.
Urusan kampus anggap aja selesai. Perjalanan dilanjutkan menuju kebon jeruk (bengkel). Alamat persisnya gak tau juga, pokoknya hanya diberi petunjuk dekat RCTI sebrang tol. Karena belum paham juga daerah kebon jeruk, diputuskan untuk naik busway. Dalam halte selalu ada peta, jadinya ikutin dah jalur busway yang menuju kebon jeruk. Pertama naik yang menuju grogol. Disitu agak bingung juga mau ambil yang ke arah mana. Dengan sedikit keberuntungan mereka menemukan jalur ke Lebak Bulus, dan ditemukan halte kebon jeruk. Tanpa piker panjang langsung antri ambil giliran. Antrean yang kesana panjang banget. Sampai hamper 1 jam kayanya nunggu bus lewat. Begitu bus lewat yang kosong, lansung masuk, dan tak lupa selalu waspada jangan sampai kelewat. Benar tanpa disadari telah terlewat 4 halte, kemudian turun dan balik arah. Begitu turun dari bus yang pertama dicari adalah RCTI. Lama mereka mencari sampai kaki terasa berat (maklum jalan kaki). Udah balik arah juga gak ketemu. Akhrnya naik angkot dan sampai juga ke RCTI. Nyesel juga naik angkot karena Cuma sekitar 200m. RCTI ketemu, tugas berikutnya adalah mencari bengkel. Perut kembali keroncongan, cari makan yang seger. Lihat di sekitar ada penjual mie ayam. Dasar apes mie ayam yang dibuat kurang panas. Tapi setidaknya bisa mengusir rasa lapar. Sambil makan mereka ngobrol ma penjual mie. Menanyakan tentang alamat yang dicari. Mereka juga gak ada yang tau. Selesai makan melanjutkan perjalanan. Tanpa lelah terus berjalan menyusuri jalan. Semua penjuru jalan telah mereka lalui.
Matahari pun telah jatuh ke barat. Pencarian belum selesai, rasa capek telah memaksa mereka untuk tak melanjutkan pencarian. Mereka bermaksud pulang. Mencari bus yang menuju blok M. tak lama kemudian datang bus yang ditunggu. Langsung naik dan istirahat dengan tenang dalam bus. Blok M pun udah mulai gelap. Di depan udah ada mayasari jurusan Bekasi yang menunggu. Jam malam akhirnya sampai juga ke kontrakan.  
Sebuah perjalanan antara 2 orang yang sangat melelahkan dan penuh makna. Bermula dari rencana untuk menghabiskan liburan bersama-sama. Perjalanan antara beben dan rudi. Hari jum@t sore kami mulai melakukan perjalanan. Saat itu mereka janjian ketemu di rawa panjang. Jam 8 malam mereka ketemu dan langsung menuju Benhil. Mereka  naik mayasari AC05 jurusan blok M bekasi. Dalam pejalanan mereka asyik bercanda tawa tanpa memedulikan orang disekitar.
Setelah menempuh perjalanan kira2 1 jam mereka sampai di komdak. Mereka langsung turun dan nyebrang menuju benhil. Mereka jalan kaki sampai pasar, kemudian naik bajaj. Mereka menuju rumah Hari (tetangga yang ada di Jakarta). Sesampainya disana asyik ngobrol, dan tanpa disadari rasa lapar pun mengganggu. Saat itu mereka berdua keluar untuk mencari makan. Muter-muter lama akhirnya sampailah pada warung makan pecel lele. Mereka berdua pun makan dengan lahapnya. Begitu kenyang mereka langsung pulang ke rumah Hari.
Sabtu pagi kembali menyusun rencana perjalanan. Agenda hari itu adalah ngurus cuti kuliah beben, mencari alamat bengkel, dan kemudian pulang. Yang pertama diambil ke kampus dulu. Khawatir kalau siang siang dah tutup kampus. Panas metahari mengiringi langkah menuju kampus. Jam 11 siang udah sampai kampus. Lansung masuk ke area kampus. Suasana sepi karena semua mahasiswa lagi asyik belajar. Pertama mencari dosen pembimbing akademik, Bu Santy namanya. Beliau sedang mengajar pelajaran ilmu gizi. Beben sms ke Bu Shanty, dan tak lama kemudian beliau muncul dari ruang kelas. Setelah bicara sebentar akhirnya diungkapkan niat yang sebenarnya. Cuti akademik pun dah mendapat persetujuan. Lansung menuju ruang urusan pembayaran. Apa hendak dikata ternyata urusan cuti dah telat. Dan kata yang jaga bisa dianggap dicutikan. Gak beda jauh dengan cuti seperti biasanya, hanya saja pembayaran kena charg 100rb (lumayan gedhe). Walupun udah banyak nego tetap aja gak ada hasil. Nyerah juga akhirnya.
Urusan kampus anggap aja selesai. Perjalanan dilanjutkan menuju kebon jeruk (bengkel). Alamat persisnya gak tau juga, pokoknya hanya diberi petunjuk dekat RCTI sebrang tol. Karena belum paham juga daerah kebon jeruk, diputuskan untuk naik busway. Dalam halte selalu ada peta, jadinya ikutin dah jalur busway yang menuju kebon jeruk. Pertama naik yang menuju grogol. Disitu agak bingung juga mau ambil yang ke arah mana. Dengan sedikit keberuntungan mereka menemukan jalur ke Lebak Bulus, dan ditemukan halte kebon jeruk. Tanpa piker panjang langsung antri ambil giliran. Antrean yang kesana panjang banget. Sampai hamper 1 jam kayanya nunggu bus lewat. Begitu bus lewat yang kosong, lansung masuk, dan tak lupa selalu waspada jangan sampai kelewat. Benar tanpa disadari telah terlewat 4 halte, kemudian turun dan balik arah. Begitu turun dari bus yang pertama dicari adalah RCTI. Lama mereka mencari sampai kaki terasa berat (maklum jalan kaki). Udah balik arah juga gak ketemu. Akhrnya naik angkot dan sampai juga ke RCTI. Nyesel juga naik angkot karena Cuma sekitar 200m. RCTI ketemu, tugas berikutnya adalah mencari bengkel. Perut kembali keroncongan, cari makan yang seger. Lihat di sekitar ada penjual mie ayam. Dasar apes mie ayam yang dibuat kurang panas. Tapi setidaknya bisa mengusir rasa lapar. Sambil makan mereka ngobrol ma penjual mie. Menanyakan tentang alamat yang dicari. Mereka juga gak ada yang tau. Selesai makan melanjutkan perjalanan. Tanpa lelah terus berjalan menyusuri jalan. Semua penjuru jalan telah mereka lalui.
Matahari pun telah jatuh ke barat. Pencarian belum selesai, rasa capek telah memaksa mereka untuk tak melanjutkan pencarian. Mereka bermaksud pulang. Mencari bus yang menuju blok M. tak lama kemudian datang bus yang ditunggu. Langsung naik dan istirahat dengan tenang dalam bus. Blok M pun udah mulai gelap. Di depan udah ada mayasari jurusan Bekasi yang menunggu. Jam malam akhirnya sampai juga ke kontrakan.  

Selasa, 28 Februari 2012

SI MERICO

Sebuah jalan yang menghubungkan desa kami dengan dunia luar. Jalan itu selalu kami lewati saat kita keluar dari kampung kami. Si Merico namanya. Begitulah masyarakat di kampung kami menyebutnya. Tanpa banyak penjelasan orang asli Kalibendo Kidul pasti tau tentang jalan ini. Jalan ini sangat indah dengan samping kanan kiri sawah yang subur membentang. Walaupun itu bukan satu2nya akses jalan keluar dari kampung kami, tapi mayoritas masyarakat kampung kami melewati jalan itu. Terbayang olehku saat masih menuntut ilmu, di siang hari pulang sekolah melewati jalan itu. Jalanny lumayan luas bisa untuk lewat mobil. Saat musim hujan ada beberapa bagian yang tergenang air, jadi agak susah lewat (licin). Untuk orang yang gak biasa lewat jalan itu dijamin akan kesulitan melewati jalan tersebut.
Saat masih usia sekolah kami sering memanfaatkan jalan ini untuk latihan fisik bola voli. Kebetulan jalan ini naik turun kaya bukit. Jadi kami bisa menilai sejauh mana tingkat ketahanan fisik  kami. Biasanya kami lari naik turun bukit (jalan) ini sebanyak 6x. Agus adalah temen kami yang paling bikdari segi ketahanan fisik, bahkan dia kadang bisa lari lebih dari 6x naik turun tanpa istirahat.
Pada awalnya jalan tersebut adalah hanya sebuah jalan biasa yang licin seperti tanah liat. Mulailah pada suatu ketika muncul ide untuk memasang batu di jalan agar tidak terlalu licin saat hujan tiba. Pembangunan jalan ini sangat efektif, walaupun hujan tiba kami tak perlu lagi khawatir akan sepatu kotor saat berangkat sekolah ataupun bekerja. Setelah sekian lama ada beberapa bagian tempat yang sudah penuh dengan genangan air. Tatanan batu amblas kerena beban yang terlalu berat, sehingga air pun menggenang. Dengan kondisi seperti ini pun masyarakat kampung kami masih menjadikan jalan ini sebagai jalan favorit. Dari semua kalangan hampir selalu melewati jalan ini. Termasuk saya sendiri. 
Dengar kabar dari teman di kampung katanya ada perbaikan jalan ini. Tiap hari minggu diadakan kerja bakti untuk perbaikan jalan. Kemungkinan besar sih jalan ini akan di beton. Semoga aja dengan perbaikan jalan ini bisa membuat akses kampung kami lebih mudah. Kami selalu bangga dengan apa yang ada dalam kampung kami.. kampung tercinta  Begitu banyak kenangan yang ada disana, akan kami kenang sampai akhir tua nanti.

Jumat, 24 Februari 2012

JOKUM AREKA

jokum areka,,, apa sih sebenarnya arti dari kata ini,, kata jokum berawal dari saat q masih kecil ada club voly yang bernama jokum,, club ini sangat disegani di daerah tempatq,, (kali bendo kidul).
saat masih usia sekolah sebenarnya saya ma temen2 pengen ikut voly itu,, tapi karena jarang dikasih kesempatan ikut main,, jadinya buat deh club sendiri,, namanya waktu itu AREKA. anggotanya saya sendiri, Rudi, Eri, Arif, Agus, Akur dan lainnya. kami buat lapangan terus ngadain latihan tiap hari jumat sore. lari naik turun bukit (di kampung mang jalannya naik turun jadi bisa lah buat latihan fisik). kami sangat menikmati permainan ini, untuk beli perlengkapan kami mengadakan iuran 150/ minggu. jumlah yang lumayan besar waktu itu. uang jajan sekolah pun disimpan demi hoby kami ini. setelah lama latihan kami tim junior dapat kesempatan untuk ikut kompetisi. yang pertama di kampung sebelah. karena kompetisi junior pesertanya pun dibatesi umur. tim utama dari club kami adalah Arif, Rudi, Aq dan Akur. saat itu kami berhasil masuk babak semifinal. sayng langkah kami terhenti di babak itu. walaupun kami gak juara tapi ada rasa bangga diantara kami.
kompetisi yang paling berkesan adalah saat kami berhasil membawa hadiah 1 ekor ayam jago. walaupun cuma ayam, tapi itu melambangkan suatu jagoan. hehehe,
setelah sekian lama jokum pun bubar. sebenarnya kami ingin melanjutkan itu, tapi anggota dari Areka pun ikut menyebar,, Q sendiri di bekasi, Rudi dan Arif di jogja,, Akur di Jakarta..Eri masih dirumah. dan Agus ada di tangerang.
setelah itu sepakat kami damai dengan  generasi di atas kami. dengan itu sepakat nama perkumpulan kami menjadi JOKUM AREKA,,, hehehe,,, Jokum sebenarnya untuk menghormati sodara kami ,,, . kalau nama AREKA itu sudah terpatri dalam benak kami (1 angkatan).. dengan kata AREKA kami bisa bersatu..
AREKA (Anak REmaja KAlibendo kidul) selalu satu hati,, saling menjunjung tinggi persaudaraan dan persahabatan..

Jumat, 08 Juli 2011

Car Free Day dan Sepeda Fixie

Nah ini dia yang lagi ngtrend banget dikalangan anak muda Jakarta..
minggu pagi enak ya ngapain Hayo....
Goweeeeeess sepeda fixie yang paling pas dech..
apalagi sambil muterin Bundaran HI..U Know About Car Free Day In Jakarta...
Hmm....Disitu selain bisa olah raga, bikin badan sehat juga bikin mata sehat lochhh...hahahhahaha...


Jarang jarang kan bisa liat sudut kota Jakarta tu sepiii isinya cuma sepeda sama orang yang lagi pada olahraga..

dijamin puas lahir batin dech...

cuaca n udara yang sumpek rasanya hilang seketika....nikamatin dech udara segar Kota Jakarta...Liat Pohon hijau berjejeran dijalan...ademmm rasanya...
nah...Sekarang kita tengok komunitas baru yang lagi Innnnnnn banget di jakarta..
FIXIeeeeeeeeeeeee..

Syp sich Anak Jakarta yang gak kenal sepeda yang satu ini...
Sepeda Fixie identik dengan gaya minimalis, murah dan tidak ribet. Sepeda Fixie tidak memiliki rem, pedal terus berputar selama roda mengelinding. Itulah sepeda yang sedang tren dikalangan muda sampai pekerja. Mengunakan sepeda tidak hanya sebagai alat transportasi, tetapi untuk gaya hidup. Membangun sepeda Fixie boleh dibilang gampang gampang susah, urusan komponen begitu banyak dan sebagian bisa dikombinasikan dengan komponen sepeda balap. Hanya sepeda Fixie lebih sederhana, ibarat kalangan muda dengan gaya tersendiri sehingga bisa membuat sepeda sesuka hati.

Sepeda Fixie identik dengan sepeda tanpa rem, tanpa gear dinamis belakang. Semua dibuat fix, roda berputar maka pedal ikut berputar. Mengerem sepeda Fixie hanya mengandalkan kekuatan pedal dengan menahan laju atau mendorong pedal ke belakang serta dibantu dari roda depan.
Ban sepeda Fixie juga tipis, sehingga ringan ketika di genjot. dan yang lain menarik pada bagian stang. Dimana stang atau handlebar sepeda Fixie dibuat dengan tegak lurus. Minimalis disain menjadi ciri sepeda single speed ini.Yang paling asik dengan sepeda Fixie, sepeda ini bisa maju mundur sesuka hati. Digenjot bisa maju atau digenjot kebelakang maka sepeda akan mundur. Maklum sepeda ini umumnya mengunakan gigi belakang tipe fix gear atau gear tetap.
Yang pasti , karena mengikuti gaya minimalis. Sepeda Fixie memang ringan. Rata rata beratnya tidak lebih dari 11kg, bahkan ada yang jauh lebih ringan.
SO...Silahkan mencoba...nikamatin udara segar di pagi hari libur ..sambil jalan2 pake fixie........
bye bye....