Lebaran tahun 2012 kali ini kurang begitu meriah,, ada beberapa hal yang perlu dipelajari lebih lanjut. Awalnya ada sebuah rencana mengadakan jalan bareng ke suatu tempat. Tujuanya jelas untuk mempererat persaudaran. dengan adanya kegiatan tersebut semua berharap keakraban terjalin di setiap warga kampung kami.
Tapi apa hendak dikata semua jadi kurang optimal karena yang terlibat dalam hal seperti ini juga kurang berfungsi optimal. Ambil contoh karang taruna, sebagai sebuah organisasi di kampung seharusnya bisa menjadi wajah dari semua kegiatan dari pemuda di kampung tersebut. Itu bisa menjadi cermin dari apa yang bisa orang lakukan di daerah tersebut. Seperti halnya pepatah mengatakan bahwa karang taruna telah mengalami mati suri. sepertinya sudah tidak ada lagi kegiatan yang bisa diandalkan. Bahkan untuk hanya sekedar ngumpul bareng pun udah udah g ada lagi. Mereka terlalu sibuk dengan apa yang telah mereka lakukan, seolah-olah tidak peduli dengan yang lainnya.
Ada beberapa kemungkinan sih. Bisa juga mereka takut untuk dianggap berlagak "sok", mereka takut tak ada dukungan dan lainnya. semasa kecil dulu Q ingat banget dengann semangat kebersamaan kami bisa menemukan wadah untuk berbagi, bertukar pikiran ataupun hanya sekedar bercanda. Wadah itu adalah Tim bola Voli.Dengan canda itu akan menjalin rasa saling memiliki diantara semuanya.
Ambil contoh, bebereapa waktu yang lalu salah seorang anggota tim voli dulu mengalami musibah. dya jatuh dari lantai 2 saat mau melaksanakan makan sahur. kami semua merasakan penderitaan yang dya alami. sampai lebaran Dya belum bisa jalan.
Kami semua punya inisiatif untuk membantu meringankan beban teman kami. kami patungan seikhlasnya. mungkin itu gak seberapa, tapi dengan atas dasar keikhlasan semoga kami bisa membantu meringankan beban dya. saat kami berkumpul kembali pun terasa sangat menyenangkan, seberat apapun beban bila kita lakukan bersama-sama dan dengan ikhlas menjalankan akan terasa sangat indah.. semoga lekas sembuh KAWANN,,, kami semua merindukanmu
Kampung tercinta yang memberi banyak makna pada kehidupan kami. akan selalu dirindukan sampai kapanpun
Selasa, 18 September 2012
Selasa, 28 Agustus 2012
contoh pemecahan soal satuan operasi (ukuran)
1.
Diketahui : d1 = 1 cm =0,01 m
d2 = 0,3 cm = 0,003 m
E = 11 KJ/Kg = 11.000 J/Kg
Kick
E = KK In (d1/d2)
11.000 = KK In (0,01/0,003)
KK = 9.136,42
Rittenger
E = KR (1/d2-1/d1)
11. 000= KR
(1/0,003-1/0,01)
KR = 47,14
Bond
E/W = √100/d2 - √100/d1
11.000/W = √100/0,003 -
√100,0,01
W = 63,74
Diketahui :
d1 = 0,1 cm = 0,001
m
d2 = 0,01 cm =
0,0001 m
KK = 9.136,42
KR = 47,14
W = 63,74
Kick
E = 9.136,42 In (0,001/0,0001)
= 21.037,38 J
Rittenger
E = 47,14 (1/0,0001) – (1/0,001)
= 424.260 J
Bond
E/63,74 = √100/0,003 - √100/0,01
E = 5.263,2786 J
Metode penelitian ukuran yang paling efisien adalah Bond,
karena membutuhkan energy paling sedikit
yaitu 5.263,28 J
2. Diketahui : 700 gr gula 100.000 gr tepung, simpangan baku 0,001 %
K1= 0,45, K5= 0,45, K10= 0,703
Ditanya : indeks pencampuran…?
Jawab : V1 = 700
= 6,95 X 10-3
700 + 100.000
σ = √( V1[1-V1] ) = √(6,95 X 10-3) (1-6,95 X 10-3)
= 0,083
σm1 = √ 1 ∑ (K-k)
n-1
=
√1/9 [(0,32-0,45)2+(0,46-0,45)2+(0,17-0,45)2+(0,89-0,45)2+(1,00-0,45)2+(0,98-0,45)2+(0,23-0,45)2+(0,10-0,45)2+(0,14-0,45)2+(0,21-0,45)2]
=
0,365
σm2 = √ 1/9
[(0,8-0,7)2+(0,62-0,7)2+(O,78-0,7)2+(0,75-0,7)2+(0,39-0,7)2+(0,84-0,7)2+(0,96-0,7)2+(0,58-0,7)2+(0,47-0,7)2+(0,8-0,7)2]
= 0,102
σm3 = √1/9
[(0,69-0,703)2+(0,71-0,703)2+(0,70-0,703)2+(0,68-0,703)2+(0,71-0,703)2+(0,70-0,703)2+(0,72-0,703)2+(0,70-0,703)2+(0,7-0,703)2+(0,72-0,703)2]
= 0,012
M1 =
(log σm-logσ00)/ (log σ0-logσ00)
= (0,365 –
0,00001) / (0,083 – 0,00001)
= 4,4
M2 =
(0,102 – 0,00001) / ( 0,083 – 0,00001)
= 1,23
M3 =
(0,012 – 0,00001) / (0,083 – 0,00001)
= 0,14
Kesimpulanya : pencampuran yang paling ideal adalah yang
indeks pencampuranya paling kecil yaitu yang dicampur selama
10 menit, jadi, semakin lama proses pencampuran maka semakin efisien
pencampuran/ semakin homogennya.
Jumat, 13 Juli 2012
MENGATUR JADWAL KERJA
Hai kawan kawan,,, udah lama ni gak ada kabar.. bagi yang merasa kesulitan untuk membagi jadwal kerja saya coba berbagi tips ni.. Memang belum tentu berhasil tetapi jika benar-benar dilaksanakan insyallah ada hasilnya , tidak harus menunggu waktu lama
Mengatur jadwal kerja, ungkapan itu kedengarannya
sepele. Tapi sering sulit dalam praktiknya. Tapi percayalah, jika Anda mampu
mengatur jadwal kerja Anda dengan baik dan benar, maka Anda akan berhasil dalam
bisnis Anda. Berikut, ada 5 kiat mengatur jadwal kerja. Semoga bermanfaat.
1. Buat
Jadwal Harian.
Anda bisa lakukan malam sebelumnya atau setelah
bangun di pagi hari. Buat daftar hal-hal yang Anda inginkan untuk
menyempurnakan hari Anda. Tetapi daftar tersebut harus berdasarkan prioritas
mengenai tugas yang harus dikerjakan dan yang bisa menunggu. Buat dengan sistem
huruf–A untuk hal-hal yang penting dikerjakan, B tugas sehari-hari tapi penting
diselesaikan dan C untuk kewajiban. Langkah tersebut sangat penting untuk
memulai satu langkah.
2.
Bekerja Sesuai ABC.
Apa yang harus dikerjakan hari ini? Lihat daftar
A, kemudian bergerak ke B dan seterusnya. Kerjakan yang menjadi prioritas. Jika
Anda tak mampu menyelesaikan tugas berdasarkan jadwal tersebut, ingat, bahwa
tak selalu seseorang mampu menyelesaikan semua tugas dalam satu hari. Dengan
cara tersebut, Anda menjadi realistis dalam membuat jadwal kerja dan manajemen
waktu di kemudian hari.
3.
Tulis Jadwal Teratur.
Tergantung bagaimana prioritas Anda, tapi buatlah
catatan dalam satu berkas, termasuk juga tugas harian. Bisa juga
kebiasaan-kebiasaan, seperti menjawab panggilan telepon usai makan siang dan sebagainya.
Dengan membuat jadwal yang teratur tersebut, maka akan membantu Anda
menghindari lompatan dari satu tugas ke tugas lain dan kembali lagi.
4. Jika
Mungkin, Masukkan Prioritas untuk Anak-anak.
Mungkin tidak mudah, tetapi jika Anda bekerja di
rumah, masukkan juga anak-anak dalam prioritas Anda. Karena Anda bisa mengawasi
mereka sambil mengerjakan tugas-tugas pekerjaan Anda.
5.Manfaatkan
Kekosongan Waktu.
Sebetulnya hidup ini sangat sederhana
1. laksanakan rencana anda.
2. penuhin janji.
3. penuhi kewajiban
4. hindari melanggar larangan
5. mendahulukan yang harus kita dahulukan,
6. melakukan yang harus kita lakukan.
Perhatikanlah semua kesulitan hidup ini. Mereka muncul, berkembang, dan menguat karena kita menunda yang seharusnya kita dahulukan, dan karena kita melakukan yang seharusnya tidak kita lakukan
Sabtu, 02 Juni 2012
tanda-tanda kematian
Innalillahi
wa innalillahi rojiun, datang dari Allah dan akan kembali kepadaNya,
semoga kita selalu menjadi orang - orang yang selalu mengingatNya dan beruntung
serta saling mengingatkan.
“Tanda 100 hari mau meninggal.”
Ini adalah tanda pertama dari
Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka yang
dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini
cuma saja mereka sadar atau tidak. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas
waktu Asar. Seluruh tubuh yaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan
mengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Contohnya seperti daging lembu
yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan
mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya lezat dan
bagi mereka yang sadar dan berdetik di hati bahwa mungkin ini adalah tanda
mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan
kehadiran tanda ini.
Bagi mereka yang tidak diberi
kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal
kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat. Bagi yang
sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk
memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang
akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.
"Tanda 40 hari sebelum hari
mati"
Tanda ini juga akan berlaku
sesudah waktu Asar. Bagian pusat kita akan berdenyut- denyut. Pada ketika ini
daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash
Allah SWT. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat
persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mulai mengikuti kita
sepanjang masa. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya
sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan
seakan- akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang
tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang
akan dicabutnya.
"Tanda 7 hari"
Adapun tanda ini akan diberikan
hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit
yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.
"Tanda 3 hari"
"Tanda 3 hari"
Pada ketika ini akan terasa
denyutan di bagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika
tanda ini dapat dikesan, maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita
tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan
memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi
dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan- lahan jatuh dan ini dapat
dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana
bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang
terlunjur akan perlahan- lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.
"Tanda 1 hari"
Akan berlaku sesudah waktu Asar
di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan
ubun- ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu
Asar keesokan harinya.
"Tanda akhir"
Akan terjadi keadaan di mana kita
akan merasakan sejuk di bagian pusat dan rasa itu akan turun ke pinggang dan
seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus
mengucap kalimah Syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat
maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita
dan sekarang akan mematikan pula.
“Sesengguhnya mengingati mati itu
adalah bijak” , (dari berbagai sumber)
Rabu, 30 Mei 2012
Curriculum Vitae
Muhamad Mukhibin.
Jl. Raya Narogong
Km 12.5
Cikiwul, Bt
Gebang, Bekasi– Jawa Barat
Phone : +6285883344054
Email: muhamadmukhibin@yahoo.com
Data Pribadi
Nama : Muhamad Mukhibin
Jenis
Kelamin : Laki-laki
Tempat
Tanggal Lahir : Magelang, 13 Desember
1989
Agama : Islam
Status : Belum Menikah
Kewarganegaraan : Indonesia
Alamat
Lengkap : Jl. Raya
Narogong Km 12.5
Cikiwul, Bt Gebang, Bekasi– Jawa Barat
Phone : +6285883344054
Email:
muhamadmukhibin@yahoo.com
Riwayat Pendidikan
Universitas
:
(2009-.......) Jurusan Teknologi Pangan
Fakultas Teknologi Industri Pertanian
Universitas Sahid Jakarta
SMU :
(2004-2008)
SMK N 1 (STM PEMBANGUNAN) Temanggung
Jurusan Tekhnologi Hasil
Pertanian Pangan
SLTP :
(2001-2004) SLTP N 1 Grabag,
Magelang
Sekolah Dasar (SD) :
(1995-2001) Banyusari, Grabag,
Magelang
Pengalaman Kerja
Pengalaman Kerja :
(2008-Sekarang) R&D Formulator di PT. Saritama Food
Processing
Keterampilan Dan
Keahlian
Bahasa : Indonesia
(Sangat Baik), Inggris (Baik/Pasif)
Komputer : Ms Office dan
Internet
Senin, 30 April 2012
Dialog Uang Dalam Kotak Amal
hai para sahabat yang berbahagia,, apa kabar,,, udah lama blog ini gak ada postingan,, hari ini akan ada 1 postingan yang baru ni,,, tentang amal sholeh,, ehmmm ternyata uang dalam kotak amal pun bisa berkomunikasi lho,,,, beginilah kira-kira mereka becakap-cakap
“Asyik… Asyik…
aku masuk ke dalam kotak amal.” Goci (lima ribu) berteriak senang. Ia pun langsung berbaur dengan
uang-uang lainnya, ada si Sebi (seribu), si Gopi (lima ratus), si Sepu (Sepuluh
ribu), si Dopu (dua puluh ribu), si Limbu (lima puluh ribu) dan si Sertu
(seratus ribu).
“Hai kawan-kawan, Senangnya bertemu dengan kalian di sini. Semoga
kita bisa menjadi saksi dari orang-orang yang menaruh kita ke dalam kotak amal
ini.” Goci menyapa semua uang di dalam kotak amal bening itu. Semua uang
tersenyum menyambut kedatangan si Goci. Kotak amal bening yang berada di Masjid
Akbar, senantiasa menjadi pemandangan umum para jamaah yang hilir mudik hendak
melaksanakan shalat. Keberadaannya di depan pintu masjid sangat strategis,
tidak jarang orang-orang dengan senangnya “menitipkan” uangnya ke dalam kotak
amal. Tapi ada juga yang enggan atau pura-pura tidak melihat bahwa di depannya
ada kotak amal.
Dan hari ini adalah hari bersejarah bagi Goci. Bukan karena
nilainya yang termasuk besar yang ada di dalam kotak amal. Tapi karena si
pemilik Goci sebelumnya yang ia tahu bukanlah orang yang tergolong mampu. Hanya
si bapak tukang sapu jalanan. Goci sempat melirik wajah bapak itu sebelum
memasukkan Goci ke dalam kotak amal. Tersirat keikhlasan dalam wajah lugunya.
Goci sempat mendengar gumaman bapak itu, “Ya Allah, terimalah sedekahku untuk
rumah-Mu, semoga uang ini bisa bermanfaat.” Sebelum berada di kotak amal dan
milik si bapak tukang sapu jalanan, Goci adalah milik orang kaya yang memberikan
Goci pada bapak tukang sapu jalanan.
Sebagai imbalan karena telah membantu menyapu halaman rumahnya,
alasan orang kaya itu memberi. Dan kejadian itu belum berlangsung lama. Hanya
sekitar dua puluh menit sebelum Goci di masukkan ke dalam kotak amal, beberapa
saat sebelum azan Ashar berkumandang. Tapi bapak tukang sapu jalanan itu merasa
bahwa uang yang di dapat hari ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup
dirinya bersama istri dan keempat anaknya yang masih kecil, maka Goci pun
langsung berpindah ke kotak amal. Goci amat terharu. Ia bisa menjadi tabungan
kebaikan bagi bapak tukang sapu jalanan. Nilai yang biasanya hanya di berikan
dari kantong orang-orang kaya. Tapi kali ini bukan orang kaya yang memasukkan
Goci ke kotak amal, hanya orang biasa. Yang mungkin karena ketulusannya bisa
menjadi istimewa di hadapan Allah. Goci ingat. Ketika pemiliknya masih orang
kaya, ia berada di dompet pemiliknya dalam waktu lama. Justru yang sering
keluar dari dompet adalah si Limbu dan si Sertu. Itupun yang Goci tahu,
kawannya itu meninggalkan dompet pemiliknya tatkala Goci dan kawan-kawan berada
di pusat perbelanjaan mewah. Pernah suatu kali, pemiliknya itu pergi ke Masjid
Akbar. Saat itu, ia hendak melaksanakan shalat Zhuhur sehabis makan siang.
Seusai shalat ia melirik ada kotak amal bening. Sempat berfikir lama, akhirnya
ia merogoh kantong dan menemukan si Sebi. Dan masuklah si Sebi ke kotak amal
itu sebagai penghuni. Meski Goci dan Sebi pernah di miliki oleh orang yang sama
sebelumnya, tapi mereka belum pernah berjumpa. Mereka sadar bahwa mereka pernah
di miliki oleh orang yang sama justru ketika mereka berjumpa dalam kotak amal,
saat mereka berbagi cerita.
“Mungkin karena aku hanya berada di kantong celana sedangkan kau
di dompet, jadinya kita tidak pernah bertemu.” Sebi memberikan penjelasan
kepada Goci.
“Alhamdulillah kita bertemu di sini ya Sebi. Padahal aku berharap
yang memasukkanku ke dalam kotak amal adalah orang kaya itu.” Goci pun
menerawang.
“Tidak apa Goci, justru kamu akan menjadi lebih bernilai nanti di
akhirat. Karena jumlahmu yang termasuk besar bagi bapak tukang sapu jalanan,
tapi tidak menghalanginya untuk memberi yang terbaik untuk agamanya….” Si Limbu
dengan bijak menghibur Goci.
“… Karena setahuku, jika yang memberikanmu adalah orang kaya itu
akan berbeda nilai dalam pandangan Allah.” Limbu menambahkan.
“Loh, emang kenapa? Bukankah Allah hanya melihat keikhlasan
hambaNya dalam memberi?” Tanya Gopi penasaran.
“Memang benar, keikhlasan adalah yang utama. Tapi di samping itu
bagi orang kaya, Goci mungkin tidak seberapa berharga dan orang kaya itu pasti
punya banyak uang senilai Goci bahkan yang nilainya jauh lebih besar. Tapi bagi
yang tidak mampu, mungkin Goci bisa jarang ia temui. Atau bahkan jika punya pun
pasti sangat berharga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.” Ujar Limbu.
“…. Makanya Allah menilai usaha orang yang tidak mampu, lebih
besar ketika beramal dengan jumlah yang sama dengan apa yang di berikan oleh
orang kaya. Karena alasan tersebut.” Sertu menambahkan penjelasan dari Limbu
“Benar… benar… benar.” Dopi dan Gopi tersenyum.
“Iya kawan-kawan. Mungkin jumlahku termasuk kecil bagi orang kaya,
tapi ternyata tidak semua orang kaya mau memasukkanku ke dalam sini.” Goci
terlihat senang.
“Siapapun yang memasukkan kita ke dalam kotak amal ini, semoga hanya
dilandasi keikhlasan karena Allah, bukan karena ingin di lihat atau terpaksa.”
Kata Sebi.
“Aamiin.” Uang itu serempak berucap.
Dan di sore nan sejuk itu, angin mengiringi langkah si bapak
tukang sapu jalanan menyisir setiap jalan di ibu kota dan membersihkannya dari sampah-sampah.
Dan uang-uang di kotak amal itu melantunkan doa terbaiknya untuk si bapak. “Secara
fisik bapak itu terlihat miskin, namun hatinya sangat kaya. Ia adalah orang
kaya sesungguhnya.” Goci berucap lirih. Rasulullah saw bersabda, “Satu dirham
bisa mengalahkan seratus ribu dirham. Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah,
bagaimana mungkin satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham?” Beliau
menjawab, “Ada
seseorang yang memiliki dua dirham, lalu mengambil salah satu darinya dan menyedekahkannya.
Yang lain, memiliki banyak harta, lalu mengambil darinya seratus ribu dirham
saja.” (HR. Ahmad)
Hayoooo.....
Siapa yang sudah menjadi orang kaya yang sesungguhnya.....?
Rabu, 28 Maret 2012
Alamat Abu Abu
Sebuah perjalanan antara 2 orang yang sangat melelahkan dan penuh makna. Bermula dari rencana untuk menghabiskan liburan bersama-sama. Perjalanan antara beben dan ohm rud. Hari jum@t sore kami mulai melakukan perjalanan. Saat itu mereka janjian ketemu di rawa panjang. Jam 8 malam mereka ketemu dan langsung menuju Benhil. Mereka naik mayasari AC05 jurusan blok M bekasi. Dalam pejalanan mereka asyik bercanda tawa tanpa memedulikan orang disekitar.
Setelah menempuh perjalanan kira2 1 jam mereka sampai di komdak. Mereka langsung turun dan nyebrang menuju benhil. Mereka jalan kaki sampai pasar, kemudian naik bajaj. Mereka menuju rumah Hari (tetangga yang ada di Jakarta). Sesampainya disana asyik ngobrol, dan tanpa disadari rasa lapar pun mengganggu. Saat itu mereka berdua keluar untuk mencari makan. Muter-muter lama akhirnya sampailah pada warung makan pecel lele. Mereka berdua pun makan dengan lahapnya. Begitu kenyang mereka langsung pulang ke rumah Hari.
Sabtu pagi kembali menyusun rencana perjalanan. Agenda hari itu adalah ngurus cuti kuliah beben, mencari alamat bengkel, dan kemudian pulang. Yang pertama diambil ke kampus dulu. Khawatir kalau siang siang dah tutup kampus. Panas metahari mengiringi langkah menuju kampus. Jam 11 siang udah sampai kampus. Lansung masuk ke area kampus. Suasana sepi karena semua mahasiswa lagi asyik belajar. Pertama mencari dosen pembimbing akademik, Bu Santy namanya. Beliau sedang mengajar pelajaran ilmu gizi. Beben sms ke Bu Shanty, dan tak lama kemudian beliau muncul dari ruang kelas. Setelah bicara sebentar akhirnya diungkapkan niat yang sebenarnya. Cuti akademik pun dah mendapat persetujuan. Lansung menuju ruang urusan pembayaran. Apa hendak dikata ternyata urusan cuti dah telat. Dan kata yang jaga bisa dianggap dicutikan. Gak beda jauh dengan cuti seperti biasanya, hanya saja pembayaran kena charg 100rb (lumayan gedhe). Walupun udah banyak nego tetap aja gak ada hasil. Nyerah juga akhirnya.
Urusan kampus anggap aja selesai. Perjalanan dilanjutkan menuju kebon jeruk (bengkel). Alamat persisnya gak tau juga, pokoknya hanya diberi petunjuk dekat RCTI sebrang tol. Karena belum paham juga daerah kebon jeruk, diputuskan untuk naik busway. Dalam halte selalu ada peta, jadinya ikutin dah jalur busway yang menuju kebon jeruk. Pertama naik yang menuju grogol. Disitu agak bingung juga mau ambil yang ke arah mana. Dengan sedikit keberuntungan mereka menemukan jalur ke Lebak Bulus, dan ditemukan halte kebon jeruk. Tanpa piker panjang langsung antri ambil giliran. Antrean yang kesana panjang banget. Sampai hamper 1 jam kayanya nunggu bus lewat. Begitu bus lewat yang kosong, lansung masuk, dan tak lupa selalu waspada jangan sampai kelewat. Benar tanpa disadari telah terlewat 4 halte, kemudian turun dan balik arah. Begitu turun dari bus yang pertama dicari adalah RCTI. Lama mereka mencari sampai kaki terasa berat (maklum jalan kaki). Udah balik arah juga gak ketemu. Akhrnya naik angkot dan sampai juga ke RCTI. Nyesel juga naik angkot karena Cuma sekitar 200m. RCTI ketemu, tugas berikutnya adalah mencari bengkel. Perut kembali keroncongan, cari makan yang seger. Lihat di sekitar ada penjual mie ayam. Dasar apes mie ayam yang dibuat kurang panas. Tapi setidaknya bisa mengusir rasa lapar. Sambil makan mereka ngobrol ma penjual mie. Menanyakan tentang alamat yang dicari. Mereka juga gak ada yang tau. Selesai makan melanjutkan perjalanan. Tanpa lelah terus berjalan menyusuri jalan. Semua penjuru jalan telah mereka lalui.
Matahari pun telah jatuh ke barat. Pencarian belum selesai, rasa capek telah memaksa mereka untuk tak melanjutkan pencarian. Mereka bermaksud pulang. Mencari bus yang menuju blok M. tak lama kemudian datang bus yang ditunggu. Langsung naik dan istirahat dengan tenang dalam bus. Blok M pun udah mulai gelap. Di depan udah ada mayasari jurusan Bekasi yang menunggu. Jam malam akhirnya sampai juga ke kontrakan.
Sebuah perjalanan antara 2 orang yang sangat melelahkan dan penuh makna. Bermula dari rencana untuk menghabiskan liburan bersama-sama. Perjalanan antara beben dan rudi. Hari jum@t sore kami mulai melakukan perjalanan. Saat itu mereka janjian ketemu di rawa panjang. Jam 8 malam mereka ketemu dan langsung menuju Benhil. Mereka naik mayasari AC05 jurusan blok M bekasi. Dalam pejalanan mereka asyik bercanda tawa tanpa memedulikan orang disekitar.
Setelah menempuh perjalanan kira2 1 jam mereka sampai di komdak. Mereka langsung turun dan nyebrang menuju benhil. Mereka jalan kaki sampai pasar, kemudian naik bajaj. Mereka menuju rumah Hari (tetangga yang ada di Jakarta). Sesampainya disana asyik ngobrol, dan tanpa disadari rasa lapar pun mengganggu. Saat itu mereka berdua keluar untuk mencari makan. Muter-muter lama akhirnya sampailah pada warung makan pecel lele. Mereka berdua pun makan dengan lahapnya. Begitu kenyang mereka langsung pulang ke rumah Hari.
Sabtu pagi kembali menyusun rencana perjalanan. Agenda hari itu adalah ngurus cuti kuliah beben, mencari alamat bengkel, dan kemudian pulang. Yang pertama diambil ke kampus dulu. Khawatir kalau siang siang dah tutup kampus. Panas metahari mengiringi langkah menuju kampus. Jam 11 siang udah sampai kampus. Lansung masuk ke area kampus. Suasana sepi karena semua mahasiswa lagi asyik belajar. Pertama mencari dosen pembimbing akademik, Bu Santy namanya. Beliau sedang mengajar pelajaran ilmu gizi. Beben sms ke Bu Shanty, dan tak lama kemudian beliau muncul dari ruang kelas. Setelah bicara sebentar akhirnya diungkapkan niat yang sebenarnya. Cuti akademik pun dah mendapat persetujuan. Lansung menuju ruang urusan pembayaran. Apa hendak dikata ternyata urusan cuti dah telat. Dan kata yang jaga bisa dianggap dicutikan. Gak beda jauh dengan cuti seperti biasanya, hanya saja pembayaran kena charg 100rb (lumayan gedhe). Walupun udah banyak nego tetap aja gak ada hasil. Nyerah juga akhirnya.
Urusan kampus anggap aja selesai. Perjalanan dilanjutkan menuju kebon jeruk (bengkel). Alamat persisnya gak tau juga, pokoknya hanya diberi petunjuk dekat RCTI sebrang tol. Karena belum paham juga daerah kebon jeruk, diputuskan untuk naik busway. Dalam halte selalu ada peta, jadinya ikutin dah jalur busway yang menuju kebon jeruk. Pertama naik yang menuju grogol. Disitu agak bingung juga mau ambil yang ke arah mana. Dengan sedikit keberuntungan mereka menemukan jalur ke Lebak Bulus, dan ditemukan halte kebon jeruk. Tanpa piker panjang langsung antri ambil giliran. Antrean yang kesana panjang banget. Sampai hamper 1 jam kayanya nunggu bus lewat. Begitu bus lewat yang kosong, lansung masuk, dan tak lupa selalu waspada jangan sampai kelewat. Benar tanpa disadari telah terlewat 4 halte, kemudian turun dan balik arah. Begitu turun dari bus yang pertama dicari adalah RCTI. Lama mereka mencari sampai kaki terasa berat (maklum jalan kaki). Udah balik arah juga gak ketemu. Akhrnya naik angkot dan sampai juga ke RCTI. Nyesel juga naik angkot karena Cuma sekitar 200m. RCTI ketemu, tugas berikutnya adalah mencari bengkel. Perut kembali keroncongan, cari makan yang seger. Lihat di sekitar ada penjual mie ayam. Dasar apes mie ayam yang dibuat kurang panas. Tapi setidaknya bisa mengusir rasa lapar. Sambil makan mereka ngobrol ma penjual mie. Menanyakan tentang alamat yang dicari. Mereka juga gak ada yang tau. Selesai makan melanjutkan perjalanan. Tanpa lelah terus berjalan menyusuri jalan. Semua penjuru jalan telah mereka lalui.
Matahari pun telah jatuh ke barat. Pencarian belum selesai, rasa capek telah memaksa mereka untuk tak melanjutkan pencarian. Mereka bermaksud pulang. Mencari bus yang menuju blok M. tak lama kemudian datang bus yang ditunggu. Langsung naik dan istirahat dengan tenang dalam bus. Blok M pun udah mulai gelap. Di depan udah ada mayasari jurusan Bekasi yang menunggu. Jam malam akhirnya sampai juga ke kontrakan.
Langganan:
Postingan (Atom)